Pages

Mengapa Tes STIFIn menggunakan scan sidik jari?

Menurut Konsep STIFIn, hubungan antara pola sidik jari tangan dengan bakat dan kepribadian adalah sebagai berikut:

Apakah Tes STIFIn akurat?

 

  1. Sebagai alat tes, Tes STIFIn memiliki reliabilitas (keandalan) yang sangat tinggi. Suatu lembaga independen pernah melakukan riset terhadap 352 orang. 352 orang ini melakukan Tes STIFIn yang kali pertama. Satu bulan kemudian, 352 orang tadi menjalani Tes STIFIn ulang (yang kali kedua). Setelah dibandingkan antara hasil tes pertama dan tes kedua, hanya 3 (tiga) orang yang hasil tesnya berubah sehingga akurasi Tes STIFIn berdasarkan riset tersebut mencapai lebih dari 99%. STIFIn sendiri juga melakukan uji internal. Secara resmi, STIFIn menyatakan bahwa akurasi Tes STIFIn sudah stabil di atas 95%. Dalam riset ilmu sosial, ukuran ini merupakan pencapaian yang istimewa.

Apa saja keunggulan Tes STIFIn?

 Keunggulan Tes STIFIn dibandingkan dengan tes bakat dan kepribadian lain, antara lain:

Siapa saja yang membutuhkan Tes STIFIn?

Tes STIFIn sangat penting dan bermanfaat untuk semua orang dari semua kalangan dan semua profesi. Tidak ada batasan Suku Agama Ras dan Aliran (SARA) dalam Tes STIFIn karena konsepnya (ilmunya) bernilai universal. Persyaratan peserta Tes STIFIn adalah berusia minimal 2 (dua) tahun dan tidak ada batasan usia maksimal. Dibatasi usia minimal 2 (dua) tahun karena jika Tes STIFIn dilakukan pada usia sebelum 2 (dua) tahun maka ada kemungkinan alat scan tidak bisa menangkap sidik jari peserta karena sidik jari peserta masih terlalu kecil untuk discan.

Apa Manfaat Tes STIFIn?

Hasil Tes STIFIn dapat dimanfaatkan dalam semua tahap kehidupan manusia mulai anak-anak hingga dewasa dan di semua hal yang melibatkan manusia, seperti: profesi, pernikahan, kepemimpinan, manajemen sumber daya manusia, bisnis, dan kesehatan. Adapun, manfaat Tes STIFIn yang relevan dengan peserta didik (anak) adalah sebagai berikut:

Bagaimana penerapan hasil Tes STIFIn?

Hasil Tes STIFIn dapat diterapkan dalam banyak hal, selama hal itu berhubungan dengan manusia, antara lain:

Seperti apa hasil Tes STIFIn?

Tes STIFIn mengelompokkan orang-orang (manusia) menjadi 5 (lima) tipe Kecerdasan yang diperinci lagi menjadi 9 (sembilan) tipe Kepribadian. Artinya, hanya ada satu tipe Kecerdasan dan satu tipe Kepribadian yang menjadi dominan dalam diri seseorang.